Menggali Potensi Tuna Grahita Melalui Keterampilan
2011-08-27 16:04:27 / by Administrator - (8) komentar

Tunagrahita adalah orang yang mengalami keterbatasan pada fungsi intelektual yang berada dibawah rata-rata dari orang normal, sehingga dalam proses pendidikan lebih menitik beratkan pada latihan dan keterampilan. Pada umumnya pendidikan lebih ditujukan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam bidang akademis. Namun, pendidikan semacam itu tidak tepat jika diterapkan untuk tunagrahita. Yayasan Asih Budi (YAB) yang berlokasi di kawasan Duren Sawit Jakarta Timur menyelenggarakan Program Pendidikan Luar Biasa bagi tunagrahita yang tidak mampu mengikuti program pendidikan pada sekolah umum. SLB C Asih Budi ini mendidik tunagrahita ringan yang memiliki IQ antara 55-70 skala WISC, terdiri dari: Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama Luar Biasa (SLTPLB), Sekolah Menengah Luar Biasa (SMLB) dan Unit Latihan Kerja (ULAKA).

Selain mendapatkan materi pelajaran yang sifatnya akademis, siswa mendapatkan latihan keterampilan berupa keterampilan perkayuan dan anyaman rotan, cetak sablon, tata boga dan tata busana. Untuk menghilangkan kejenuhan diadakan kegiatan seni seperti angklung, degung, tari dan kegiatan seni lainnya. SLB C Asih Budi juga menekankan pentingnya olahraga bagi tunagrahita yang dirintis sejak tahun 1989 melalui Lembaga Olahraga khusus tunagrahita yaitu Specil Olymics Indonesia (SOIna), maka setiap hari sabtu siswa wajib mengikuti kegiatan olahraga. Menurut Ny. R.A. Aryanto S. SE (Ketua Dewan Pengurus Yayasan Asih Budi), dengan berolahraga tunagrahita akan memiliki fisik yang sehat sehingga motoriknya akan baik. Dengan motorik yang baik, maka mereka bisa ikut latihan keterampilan dengan baik. Ini akan melatih anak menjadi disiplin, bugar, percaya diri, memiliki harga diri dan menjadi anggota masyarakat yang baik.


Menentukan Minat dan Bakat

SLB C Asih Budi memberikan beberapa jenis keterampilan yang bisa dipilih oleh siswa sesuai dengan minat dan kemampuan yang dimiliki. Untuk menentukan pilihan keterampilan pada anak, menurut Siti Na´ima (Kepala Sekolah), biasanya sekolah memberikan formulir kepada orang tua murid untuk diisi jenis keterampilan apa yang akan dipilih oleh anak. Selanjutnya dikonsultasikan pada guru keterampilan yang bersangkutan apakah anak tersebut berbakat atau tidak pada bidang tersebut.

Sejak SLTP, sudah mulai ada penjurusan, anak bisa mengikuti seluruh pendidikan keterampilan yang ada. Maka ketika anak duduk di SM, anak sudah harus menentukan program pilihan mana yang paling disukai. Untuk memperdalam kemampuan anak, maka anak bisa diikutkan dalam pendidikan non formal yaitu Unit Latihan Kerja (ULAKA) selama dua tahun dan selanjutnya mereka akan diproduktifkan dalam workshop ( Bengkel kerja ) yang merupakan lapangan kerja terlindung di bawah YAB atau kalau mungkin disalurkan ke masyarakat luas.

Masalah yang sering dihadapi oleh tenaga kerja tunagrahita bila disalurkan ke luar, "Mereka tidak tahan banting," bosan dengan lingkungan kerja, dan tidak dapat menyesuaikan diri dengan orang di lingkungannya, kata Ulfah Nuroni (Koordinator ULAKA). "Kita pernah menyalurkan 12 orang ke percetakan, tapi yang bertahan hanya dua orang," lanjut Ulfah Nuroni. Secara kualitas hasil karya tunagrahita tidak jauh berbada dengan orang normal, hanya secara kuantitatif sangat jauh, karena memang kondisi emosi mereka sangat mempengaruhi hasil yang akan dicapai.


Hasil Karya Tunagrahita

Hasil karya tunagrahita yang dapat diproduksi dari latihan keterampilan yang diberikan di YAB antara lain : keterampilan perkayuan, dari keterampilan ini mereka membuat berbagai jenis alat peraga pendidikan contohnya permainan puzzle dalam berbagai bentuk. Keterampilan cetak sablon, produk yang dihasilkan antara lain : mencetak kop surat, kartu nama, kartu bayaran sekolah, undangan sederhana, dan lain-lain. Keterampilan tata busana (menjahit ); menjahit bentuk-bentuk pola yang sederhana seperti : sarung bantal, celemek, tas, tempat tissu, penutup dispenser dan penutup kulkas. Keterampilan tata boga (memasak), jenis-jenis makanan yang dibuat adalah yang sederhana dan mudah seperti : bakwan, tahu isi, martabak telur. Setiap hari mereka mengisi kantin dengan makanan buatan mereka sendiri untuk dijual pada saat jam istirahat kepada teman-teman mereka sendiri. Untuk memasarkan hasil karya tunagrahita ini, biasanya mereka YAB membuka bazar pada suatu acara baik di sekolah pada saat pembagian raport atau acara di luar, bekerja sama dengan lembaga atau instansi lain atau untuk memenuhi kebutuhan YAB sendiri seperti : kop surat, kartu bayaran dan kartu nama. Dalam upaya memenuhi target pesanan yang tidak dapat dipenuhi sendiri, maka YAB bekerja sama dengan SLB C lain yang ada di DKI Jakarta.

Dengan pelayanan pendidikan yang sistematis dan terarah, tunagrahita diharapkan dapat menjadi warga masyarakat yang terampil dan mandiri. Walaupun dalam kenyataannya dukungan dan bimbingan serta pengawasan tetap merupakan suatu kebutuhan yang memang tidak dapat dilepaskan begitu saja dari kehidupan tunagrahita.


Mungkin anda juga suka membaca artikel terkait berikut

  1. Menggali Potensi Tuna Grahita Melalui Keterampilan
  2. Pendidikan Anak Tuna Grahita Usia Dini
  3. Obat untuk Tunagrahita
  4. Kisah Cinta Anak Tunagrahita
  5. Tunagrahita Tidak Selalu Idiot
  6. Tuna Grahita itu apa
  7. Penyandang Tuna Grahita Itu Raih Emas di Amerika
  8. Anak Tunagrahita
  9. Perbedaan Tuna Grahita dan Autis
  10. Pendekatan‑pendekatan dalam Pengajaran Bahasa kepada Anak Tunagrahita
  11. Pengajaran Bahasa Bagi Anak Tuna Grahita
  12. Olahraga Bentuk Karakteristik Tuna Grahita
  13. Berkomunikasi dengan Anak Tunagrahita
  14. Bahasa dan Ketunagrahitaan

Komentar tentang artikel ini

JUN 04 2014

By GqgLgQaHv9m That kind of thiiknng shows you\_re an expert

di isi jam : 06:02:39

JUL 28 2013

By 6cpiDdOTE5qE It\_s good to see someone thniinkg it through. http://jwpoazpitmv.com [url=http://knprhw.com]knprhw[/url] [link=http://cpiaexchx.com]cpiaexchx[/link]

di isi jam : 02:04:59

JUL 24 2013

By udQ5gMP3WR1 Super jazzed about getting that kno-hwow.

di isi jam : 05:53:43

JUL 21 2013

By VzL6IWd8F6 Dear Serena:Thank you for leaving this commnet to congratulate me on the reopening of the Third Place.Taiwan is always here waiting for you. I love HK too. I think HK is the place if you are looking for more international exposure and the skills to deal with international executives. It is a very fast pace business environment. No one has the time for reflection of contemplation. This is why Taiwan is a deadly attraction for my HK friends. In Taiwan, with fairly low rent and slow pace, you can still dream what you want to dream.I co-founded Ripplemaker Foundation is based on this principal: People don\_t want charity, people want chance. I also believe that entrepreneurship is the best way to resolve poverty with dignity, not with handout or entitlement.We just help one entrepreneur in Dulan, Taitung to start his own backpacker B&B with a micro loan. We are planning to extend one or two micro loan a year from Ripplemaker Foundation. Please check out the latest issue of PPaper Business magazine, Issue 48, 1/2013 at 7-11 or eslite bookstore, for this story.It is an experiment and a statement to show people we all can dream what we want to dream, only if you dream enough. Be the change,Ping

di isi jam : 11:07:58

MEI 04 2013

By hadi kurang jelas

di isi jam : 21:07:59

FEB 27 2013

By yuni astuti saya minta alamat lengkap nya dong

di isi jam : 20:10:16

SEP 24 2012

By ALFINA NUR CAHYA MAULIDHA kurang lengkap dan kurang jelas

di isi jam : 19:10:53

SEP 24 2012

By amelia putri cahya kurang lengkap,seharusx di kasih gambarx

di isi jam : 19:06:47



Masukkan Komentar Anda :

Nama
Website Tanpa http://
Email
Komentar
Verivikasi


Menu

Our Facebook

Adsense

Adasense

Ad Here

Archives

Search

Links

Links
Donasi untuk Rakyat Palestine
Donasi Rumah Zakat
Dompet Duafa
Donasi Unicef Indonesia

Comments

Last Comment
under construction