By tono Info ini sangat berguna sekali bagi orang tua yg baru pertama kali rezeki dari alloh SWT
di isi jam : 15:10:54
|
17 Tanda Seseorang Menderita Sindroma Down
Sindroma
Down adalah suatu kondisi di mana materi genetik tambahan menyebabkan
keterlambatan perkembangan anak, dan kadang mengacu pada retardasi
mental. Orang dengan Sindroma Down memiliki kelainan pada kromosom
nomor 21 yang tidak terdiri dari 2 kromosom sebagaimana mestinya,
melainkan tiga kromosom (trisomi 21) sehingga informasi genetika
menjadi terganggu dan anak juga mengalami penyimpangan fisik, seperti
kepala belakang pipih dan kanal dalam telinga sempit. Sindroma ini diberi nama berdasarkan nama penemunya, yaitu John
Langdon Down dari Inggris pada tahun 1866. Walaupun Sindroma Down tidak
dapat dicegah, sindroma ini dapat dideteksi sebelum anak lahir. Pengaruhnya terhadap Anak-anak Anak dengan Sindroma Down akan memiliki gejala-gejala sebagai berikut: DIAGNOSA Deteksi terhadap kejadian Sindroma Down dapat dibagi menjadi dua,
yaitu screening test dan diagnostic test. Screening test digunakan
untuk mengukur resiko kemungkinan janin menderita Sindroma Down;
diagnostic test digunakan untuk memastikan bahwa janin tersebut
benar-benar menderita Sindroma Down atau tidak. Screening test adalah metode non-invasif dan tidak menimbulkan rasa sakit. Beberapa tes yang dapat digunakan adalah: Sementara itu, diagnostic test menggunakan metode-metode invasif sebagai berikut: Diagnosis Sindroma Down lain dapat ditegakkan dengan pemeriksaan
tambahan, seperti EKG, ekokardiogram, rontgen dada, rontgen saluran
pencernaan, atau dengan bantuan stetoskop untuk mencari murmur (bunyi
jantung tambahan). PENATALAKSANAAN Tidak ada pengobatan khusus untuk sindroma Down. Penderita sindroma
ini harus mendapat pendidikan dan pelatihan khusus. Dari kecil,
sebaiknya mereka harus mendapat stimulasi sejak dini melalui berbagai
permainan, seperti melompati benda-benda yang disebut namanya, serta
belajar warna dari bunga dan daun di halaman. Dengan stimulus-stimulus
ini, diharapkan penderita akan dapat tumbuh dan berkembang nyaris
normal. Walaupun kemampuan kognitif matematis tidak setinggi orang
normal, namun dengan bekal keterampilan yang dimiliki mereka umumnya
sangat antusias dan berdedikasi tinggi dalam bekerja. Selain itu, kelainan lain yang terdapat pada penderita harus diatasi
sesuai dengan permasalahannya. Misalnya, kelainan jantung tertentu
harus diperbaiki melalui pembedahan, atau gangguan pendengaran dan
penglihatan diatasi dengan menggunakan berbagai alat bantu, atau
operasi, bila memungkinkan. REFERENSI: |
Mungkin anda juga suka membaca artikel terkait berikut
Komentar tentang artikel ini
By tono Info ini sangat berguna sekali bagi orang tua yg baru pertama kali rezeki dari alloh SWT
di isi jam : 15:10:54
Masukkan Komentar Anda :