FAKTOR–FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PROSES PER-KEMBANGAN INDIVIDU
2011-08-07 06:04:43 / by Administrator - (9) komentar

Sebenarnya sudah beberapa abad lalu para ilmuwan dan pemikir memperhatikan seluk beluk proses perkembangan individu. Setiap individu harus tumbuh dan berkembangan menjadi manusia dewasa yang matang, yang sanggup mengurus dirinya sendiri dan tidak tergantung pada orang lain atau bahkan menimbulkan masalah bagi dirinya, keluarga dan masyarakat.

Sejak abad pertengahan aspek moral dan pendidikan keagamaan menjadi pusat perhatian dan tujuan umum dari pendidikan. Pandangan terhadap individu sebagai pribadi yang murni banyak dipengaruhi oleh aktifitas-aktifitas keagamaan. Para theolog, dokter, filsuf dan ahli pendidikan memberikan pandangan mengenai individu dan latar belakang perkembangannya serta pengaruh-pengaruh keturunan (heredity) dan lingkungan hidup terhadap kejiwaan anak.

Memasuki abad ke 17 seorang filosof Inggris yang yang bertama John Locke mengemukakan bahwa pengalaman dan pendidikan merupakan faktor yang paling menentukan dalam perkembangan kepribadian individu. ( Alex sobur : 2003 : 146 )
Telah sekian lama para ahli pendidikan, ahli biologi, ahli psykologi memikirkan dan berusaha mencari jawaban tentang sebetulnya proses perkembangan individu itu tergantung pada pembawaan ataukah pada lingkungan. Dalam upaya menjawab pertanyaan tersebut perlu rasanya penulis mengemukakan beberapa pendapat dari berbagai aliran.

1. Aliran Nativisme ( Pembawaan )
Aliran ini merupakan sebuah doktrin yang berpengaruh besar terhadap pemikiran psikologi. Tokoh utamanya adalah Arthur Schopenhauer (1788 – 1860).

Aliran ini dipandang sebagai aliran pesimistis karena melihat segala sesuatu termasuk proses perkembangan individu ditentukan oleh aspek pembawaan. Sedangkan pengalaman dan pendidikan tidak berpengaruh sedikitpun. Dalam ilmu pendidikan pandangan seperti ini disebut Pesimisme Pedagogis. (Muhibbin : 1996 : 42)
Aliran Nativisme mengemukakan bahwa manusia yang baru dilahirkan telah memiliki bakat dan pembawaan (potensi) baik yang berasal dari ibu bapaknya, nenek moyangnya maupun karena memang telah ditakdirkan demikian. Manakala potensi yang dibawa itu baik maka baik pula anak itu kelak, begitu pula sebaliknya.

Individu memulai kehidupannya sejak masa konsepsi yaitu masa pertemuan antara sel dari ayah (sperma) dan sel telur dari ibu (ovum). Beberapa saat setelah terjadi pembuahan tersebut, terjadilah proses penurunan sifat bagi calon organisme baru.(Nana : 1995 : 44 )
Diilustrasikan seorang ibu yang melahirkan anaknya ditengah hutan, tetapi si ibu meninggal dunia seketika. Kemudian bayi tersebut diasuh oleh seekor srigala, memberi makan, mengurus dan merawatnya. Akankah bayi itu berperilaku seperti pengasuhnya?. Perlakuan srigala kepada sang bayi bisa dianggap sebagai bentuk pendidikan (lingkungan) yang berpengaruh kepada anak manusia tersebut. Kita tahu bahwa srigala berkaki empat dan merasa aneh ketika melihat anak peliharaannya mampu berjalan dengan kedua kakinya. Padahal ia mengajari dan memberi contoh dengan empat kaki. Atas dasar ilustrasi inilah pendidikan tidak ada gunanya sama sekali. Karena baik dan buruknya individu sudah ditentukan oleh pembawaannya sejak lahir.

2. Aliran Empirisme ( Lingkungan )
Aliran ini bertolak belakang dengan nativisme, dengan tokoh utama John Locke (1632 – 1704). Doktrin aliran ini yang amat terkenal adalah Tabularasa, sebuah istilah bahasa latin yang berarti batu tulis kosong (lembaran kosong). Doktrin ini menekankan arti penting pengalaman, lingkungan dan pendidikan (Muhibbin : 1996 : 43)
Dalam artian proses perkembangan manusia semata-mata bergantung pada lingkungan dan pengalaman pendidikannya, sedangkan aspek bakat dan pembawaan sejak lahir dianggap tidak ada pengaruhnya.

Seorang individu kelak tergantung pengalaman (lingkungan) yang mendidiknya. Senada dengan hal ini Rosululloh bersabda :
ما من مولود يولد على لبفطرة فأبويه يهودانه وينصرانه ويمجسانه
Artinya : Tiada anak manusia yang dilahirkan kecuali dengan kecenderungan alamiahnya (fitrah). Maka orang tuanyalah yang membuat anak manusia itu menjadi Yahudi, Nasrani, atau Majusi. (Najati : 2004 : 264)

Dalam pendidikan pendapat kaum empiris terkenal dengan nama Optimisme pedagogis. Kaum behaviorispun sependapat dengan kaum empiris. Seorang filosof barat Emmanuel Kant mendukung aliran ini dan mengemukakan bahwa manusia dapat menjadi manusia hanya karena pendidikan.
 
Demikianlah betapa besarnya pengaruh teori ini sehingga tidak sedikit ahli pendidikan yang menganutnya. Jadi kesimpulan aliran empirisme adalah proses perkembangan individu sepenuhnya tergantung pada faktor lingkungan sedangkan faktor bakat tidak ada pengaruhnya. Dasar pikirannya adalah pada waktu dilahirkan individu dalam keadaan dalam keadaan suci bersih seperti kertas putih yang belum tertulis, sehingga penulisannya menurut kehendak lingkungannya (pendidiknya).

3. Aliran Konvergensi ( Gabungan )
Aliran ini merupakan gabungan antara aliran Nativisme dan Empirisme yang memadukan arti penting Hereditas (pembawaan) dengan lingkungan (pendidikan) sebagai faktor-faktor yang berpengaruh dalam perkembangan individu. Tokoh utamanya adalah Louis William Stern (1871 – 1938).

Stern dan pengikutnya menetapkan faktor yang berpengaruh terhadap perkembangan individu tidak hanya tergantung pada lingkungan (pendidikan) saja akan tetapi juga tergantung aspek pembawaan (hereditas). Faktor pembawaan tidak akan berarti apa-apa tampa faktor pendidikan demikian pula sebaliknya.

Para penganut aliran ini berkeyakinan bahwa baik faktor pembawaan maupun faktor lingkungan andilnya sama besar dalam menentukan masa depan seseorang.
Sebagai Ilustrasi Seorang sarjana pendidikan akan lebih bermutu cara mendidiknya apabila dia kuliah di UPI Bandung karena disamping dia harus memiliki bakat juga didukung dengan komunitas lingkungan pendidikan yang kondusif.

Apakah aliran konvergensi sebagaimana tersebut diatas dapat kita jadikan pedoman dalam arti bahwa dalam proses perkembangan individu pasti tergantung kepada pembawaan dan lingkungan kehidupannya? Sampai batas tertentu aliran ini dapat kita terima, tetapi tidak secara mutlak, sebab masih ada satu hal lagi yang perlu kita ingat yakni potensi psykologi tertentu yang tersimpan rapi dalam diri setiap individu yang sulit diidentifikasi.

Hasil proses perkembangan individu tidak dapat dijelaskan hanya dengan menyebutkan pembawaan dan lingkungan. Artinya keberhasilan individu bukan karena pembawaan dan lingkungans saja tetap juga oleh individu itu sendiri. Setiap individu memiliki potensi Self direction dan Self discipline yang memungkinkan dirinya antara mengikuti dan menolak sesuatu dari lingkungan tertentu yang hendak mengembangkan dirinya. Alhasil individu sendiri memiliki potensi psykologis tersendiri untuk mengembangkan bakat dan pembawaannya dalam konteks lingkugan tertentu.



Mungkin anda juga suka membaca artikel terkait berikut

  1. Prinsip-prinsip Perkembangan Individu
  2. Victoria Cowie, Bocah dengan IQ Lebih Besar dari Einstein
  3. INTELEKTUAL ANAK
  4. Moral dan Agama Remaja
  5. Faktor psikogenik pada gangguan nyeri perut pada anak
  6. Daging Ayam Picu Risiko Pubertas Dini Pada Perempuan
  7. INTELEGENSI ANAK
  8. TAHAP PERKEMBANGAN INDIVIDU
  9. Tingkat dan Tahapan Perkembangan Moralitas
  10. Aneka Tempat Tidur Anak-Anak, Dari yang Miskin Hingga Kaya
  11. TOEPL: Solusi Pembelajaran Geografi yang Unik dan Imajinatif bagi Tunanetra
  12. Membuat Tulisan Anak Menjadi Lebih Baik
  13. Perkembangan Emosi Anak
  14. Mengembalikan Senyum Anak-anak Sumbar
  15. KONSEP PERKEMBANGAN INDIVIDU

Komentar tentang artikel ini

JUN 03 2014

By taZViPosiF79 Bonjour,J\_avoue que je ne partage pas veamirnt les avis e9mis ci-dessus, et que j\_ai tendance e0 penser que le "Je", le "Soi" est une illusion, une forme de narratif qui se trouve pre9sent dans notre conscience et qui nous donne une impression de continuite9, mais qui ultimement est une sorte de "mensonge e0 lui-meame" ge9ne9re9 par le cerveau. Pas mal de recherches en neuropsychologie me semblent aller dans ce sens (comme par exemple les e9tudes qui de9montrent que l\_intention de bouger un membre n\_apparait dans notre conscience qu\_apre8s que l\_ordre ait e9te9 ge9ne9re9 par le cerveau: la de9cision volontaire ne vient qu\_apre8s, dans une forme de "mensonge e0 nous-meames" afin de cre9er un sens - un narratif - pour nos actions) et puis e9videmment les philosophies orientales, tel que les penseurs qui se re9clament du Zen, vont aussi dans cette direction.Quoi qu\_il en soit, j\_aurais certainement un e9pisode consacre9 e0 ce sujet dans un futur inde9termine9. Ce sera l\_occasion d\_en rediscuter...Sceptiquement vf4tre,

di isi jam : 21:39:15

JUL 28 2013

By 0nZ8kke3tihR You are so intersting! I dont think I have gone tughorh nothing something like this until now. So awesome to find a person with many unusual thoughts on this field. Realy many thanks for preparing this up. This amazing site is something which is important on the net, people with some creativity. Great work for bringing something totally new on the internet! http://gnqfxyim.com [url=http://ssdcuiycw.com]ssdcuiycw[/url] [link=http://pbbthwr.com]pbbthwr[/link]

di isi jam : 01:36:49

JUL 27 2013

By egadTGuIuzV Si c\_est une illusion, c\_en est une... pour qui ?Quoi qu\_on fasse, les ve9rite9s premie8res se rame8nent _a href="http://hozxbzml.com"_tojuruos_/a_ d\_une fae7on ou d\_une autre au sujet et e0 la conscience d\_exister, c\_est le point de de9part avant meame de pouvoir formuler une question.Je ne comprends donc pas bien en quoi consisterait cette illusion... Peut-eatre est-ce une allusion aux sciences cognitives, qui montre que le fait pour un sujet de s\_attribuer une action (un geste pere7u) est re9alise9e par le cerveau e0 posteriori. Mais e7a me semble eatre une forme d\_illusion sur l\_e9tendue du "je", la repre9sentation qu\_on s\_en fait, par sur l\_existence du "je" lui meame.Certaines personnes ont tellement foi en nos mode8les scientifiques qu\_ils en oublient que c\_est une repre9sentation de la re9alite9 forge9e par nos esprit. Repre9sentation fiable et ope9ratoire, certes, mais repre9sentation quand meame. Il ne faut donc pas croire que c\_est la re9alite9. D\_autant plus que cette repre9sentation est changeante (par exemple la gravite9 est passe9e de force e0 de9formation de l\_espace-temps).Donc dire "nous sommes un ensemble de particules inde9pendantes interagissant, par conse9quent, notre "je" est une illusion" est simplement absurde. (ou comme j\_ai pu lire re9cemment, qu\_e9tant donne9 que les mode8les scientifiques sont re9versibles temporellement, l\_e9coulement du temps serait une illusion de notre esprit acquise au cours de l\_e9volution...)Cette fae7on d\_admettre une fois pour toute que le mode8le scientifique actuel coefncide avec la re9alite9 me parait tre8s proble9matique.

di isi jam : 10:56:04

JUL 25 2013

By xL6Sonyw6 Si c\_est une illusion, c\_en est une... pour qui ?Quoi qu\_on fasse, les ve9rite9s premie8res se rame8nent tojuours d\_une fae7on ou d\_une autre au sujet et e0 la conscience d\_exister, c\_est le point de de9part avant meame de pouvoir formuler une question.Je ne comprends donc pas bien en quoi consisterait cette illusion... Peut-eatre est-ce une allusion aux sciences cognitives, qui montre que le fait pour un sujet de s\_attribuer une action (un geste pere7u) est re9alise9e par le cerveau e0 posteriori. Mais e7a me semble eatre une forme d\_illusion sur l\_e9tendue du "je", la repre9sentation qu\_on s\_en fait, par sur l\_existence du "je" lui meame.Certaines personnes ont tellement foi en nos mode8les scientifiques qu\_ils en oublient que c\_est une repre9sentation de la re9alite9 forge9e par nos esprit. Repre9sentation fiable et ope9ratoire, certes, mais repre9sentation quand meame. Il ne faut donc pas croire que c\_est la re9alite9. D\_autant plus que cette repre9sentation est changeante (par exemple la gravite9 est passe9e de force e0 de9formation de l\_espace-temps).Donc dire "nous sommes un ensemble de particules inde9pendantes interagissant, par conse9quent, notre "je" est une illusion" est simplement absurde. (ou comme j\_ai pu lire re9cemment, qu\_e9tant donne9 que les mode8les scientifiques sont re9versibles temporellement, l\_e9coulement du temps serait une illusion de notre esprit acquise au cours de l\_e9volution...)Cette fae7on d\_admettre une fois pour toute que le mode8le scientifique actuel coefncide avec la re9alite9 me parait tre8s proble9matique. http://cqbuwyidj.com [url=http://ayneeyud.com]ayneeyud[/url] [link=http://tixsmeqs.com]tixsmeqs[/link]

di isi jam : 04:07:11

JUL 24 2013

By r0SfO3lD3xA A solution in O(log n) time It\_s nice to see this_a href="http://twukveh.com"_ treahd_/a_ still active. Here\_s a solution that runsin log n time. It\_s based on Anne\_s observation that Gn = Fibn+1/ Fibn (easily shown by a simple induction) and the fast-fib routinefrom Exercise 1.19 of SICP.(define golden-ratio (lambda (n) (let iter ((n n) (p 0) (q 1) (a 1) (b 1)) (cond ((= n 0) (/ a b)) ((even? n) (iter (/ n 2) (+ (* p p) (* q q)) (+ (* 2 p q) (* q q)) a b)) (else (iter (- n 1) p q (+ (* b q) (* a q) (* a p)) (+ (* b p) (* a q))))))))

di isi jam : 22:58:13

JUL 24 2013

By r0SfO3lD3xA A solution in O(log n) time It\_s nice to see this_a href="http://twukveh.com"_ treahd_/a_ still active. Here\_s a solution that runsin log n time. It\_s based on Anne\_s observation that Gn = Fibn+1/ Fibn (easily shown by a simple induction) and the fast-fib routinefrom Exercise 1.19 of SICP.(define golden-ratio (lambda (n) (let iter ((n n) (p 0) (q 1) (a 1) (b 1)) (cond ((= n 0) (/ a b)) ((even? n) (iter (/ n 2) (+ (* p p) (* q q)) (+ (* 2 p q) (* q q)) a b)) (else (iter (- n 1) p q (+ (* b q) (* a q) (* a p)) (+ (* b p) (* a q))))))))

di isi jam : 22:57:48

JUL 24 2013

By W9PAc8fhDSZ I loved as much as you\_ll receive criraed out right here. The sketch is attractive, your authored material stylish. nonetheless, you command get got an impatience over that you wish be delivering the following. unwell unquestionably come further formerly again since exactly the same nearly very often inside case you shield this hike.

di isi jam : 02:54:11

JUL 21 2013

By vU7ajAt1E4wA one time credit score reorptWe would also like to convey that most people that find themselves with out health insurance are normally students, self-employed and people who are jobless. More than half of those uninsured are really under the age of Thirty five. They do not think they are looking for health insurance since they\_re young and healthy. Their particular income is often spent on houses, food, plus entertainment. Many people that do work either entire or in their free time are not offered insurance via their jobs so they get along without with the rising valuation on health insurance in the us. Thanks for the thoughts you talk about through this site.

di isi jam : 02:11:34

MAR 28 2012

By Iby terimakasih za artikelnya ...

di isi jam : 13:03:55



Masukkan Komentar Anda :

Nama
Website Tanpa http://
Email
Komentar
Verivikasi


Menu

Our Facebook

Adsense

Adasense

Ad Here

Archives

Search

Links

Links
Donasi untuk Rakyat Palestine
Donasi Rumah Zakat
Dompet Duafa
Donasi Unicef Indonesia

Comments

Last Comment
under construction