Prinsip-prinsip Perkembangan Individu
2011-08-07 06:15:09 / by Administrator - (0) komentar

Teori-teori mengenai prinsip-prinsip perkembangan individu akan kami urai berdasarkan pendapat para ahli sebagaimana dikutip oleh Agoes Dariyo dalam beberapa versi pandangan atau pendapat, antara lain menurut Paul Baltes bahwa ada enam prinsip perkembangan yakni :

a. Perkembangan berlangsung sepanjang hayat.
Manusia mengalami pertumbuhan dan perkembangan sepanjang hayatnya, dimulai sejak masa pranatal, bayi anak usia dini, anak pra sekolah, anak tengah dewasa muda, dewasa madya, dewasa akhir dan kematian.

b. Perkembangan ditandai dengan kesempatan untuk memilih suatu penga-laman tertentu dan mengabaikan kesempatan pengalaman yang lain.
Prinsip ini mengindikasikan bahwa perkembangan manusia selalu disertai oleh dua hal yaitu prinsip memperoleh sesuatu dan prinsip kehilangan sesuatu. Prinsip memperoleh sesuatu adalah bahwa perkembangan manusia ditandai dengan peningkatan kompetensi, keterampilan dan pengalaman. Sedangkan prinsip kehilangan sesuatu adalah setiap individu dihadapkan pada berbagai pilihan yang harus dipilih. Pilihan yang menjadi prioritas merupakan pilihan yang sesuai dengan potensi, minat, kemampuan dan bakatnya. Oleh karena itu seorang individu hanya akan mengembangkan satu keterampilan tertentu sesuai dengan minat dan bakatnya.Jadi pilihan yang lain tidak mungkin dapat ditekuni dengan maksimal.

c. Pengaruh faktor biologi dan sosio-budaya bersifat relatif terhadap perkembangan.
Maksudnya adalah bahwa faktor biologi dan sosio-budaya memiliki pengaruh terhadap perkembangan psikologis manusia, namun faktor mana yang paling berpengaruh terhadap perkembangan psikologisnya tidak dapat ditentukan secara pasti.

d. Perkembangan manusia melibatkan berbagai stimulus internal maupun eksternal.
Stimulus internal yaitu rangsangan yang berasal dari dalam diri individu, seperti motif, minat, bakat, kecerdasan, kreativitas, kepribadian, sifat-sifat dan sebagainya. Sedangkan stimulus eksternal yaitu rangsangan yang berasal dari luar individu, seperti hadiah, contoh atau teladan, buku, media cetak dan sebagainya. Kedua sumber stimulus tersebut mempengaruhi individu untuk mengembangkan diri sesuai pilihan minat dan bakatnya.

e. Perkembangan manusia bersifat fleksibel dan berubah-ubah.
Manusia dapat berkembang sesuai dengan keinginan, motif maupun dorongan dari dalam diri dan juga dapat berkembang setelah menerima pengaruh dari luar dirinya. Oleh karena itu perkembangan manusia dapat diarahkan, direncanakan dan dimodifikasi untuk memperoleh perubahan-perubahan yang semakin baik demi optimalisasi potensi individu.

f. Perkembangan manusia sangat dipengaruhi oleh konteks sejarah dan sosial budaya.
Perkembangan manusia tidak terlepas dari pengaruh masa lalu. Setiap individu dilahirkan dan dipelihara oleh orang tuanya. Mereka mendidik, mengajar dan membina anak-anaknya sesuai dengan latar belakang pendidikan, kemampuan dan pengalaman masa lalunya. Bangsa Indonesia memiliki pengalaman penjajahan bangsa asing, tentu saja berpengaruh pada perkembangan kepribadian anak-anak, remaja maupun orang dewasa. (Dariyo, 2007:21-23).

Sementara menurut Jean Piaget ada empat prinsip perkembangan yang dialami oleh manusia, yaitu:
a. Setiap tahap perkembangan manusia ditandai dengan upaya mencapai keseimbangan hidup.
Setiap manusia memiliki tugas perkembangan sesuai dengan tahap perkembangannya. Tugas perkembangan dari setiap tahap perkembangan akan berbeda dengan tahap perkembangan berikutnya. Untuk mencapai keseimbangan hidupnya masing-masing tugas perkembangan harus dilaksanakan dengan baik. Bila seorang individu belum melaksanakan tugas perkembangan dengan baik, maka ia tidak akan merasa bahagia dalam menjalani kehidupannya.

b. Setiap tahap perkembangan dipengaruhi oleh tahap perkembangan sebelumnya dan mempengaruhi tahap perkembangan berikutnya.
Setiap tahap perkembangan dipengaruhi oleh tahap perkembangan sebelumnya, yakni masa anak usia tiga tahun dipengaruhi oleh masa masa bayi, demikian pula masa bayi dipengaruhi masa pranatal.

c. Tahap-tahap perkembangan manusia itu bersifat universal.
Bahwa setiap tahap perkembangan yang dialami oleh manusia adalah sama atau tidak adaperbedaan antara bangsa yang satu dengan bangsa yang lain. Masing-masing individu akan mengalami tahap-tahap yang sama dari sejak masa pranatal, bayi, anak, remaja dewasa dan kematian.

d. Setiap tahap perkembangan sebagai proses menjadi secara integratif (being process)
Setiap tahap perkembangan individu berupaya untuk mengoptimalkan potensi-potensinya dengan sebaik-baiknya. Jadi setiap tahap perkembangan kognitif individu harus dicapai dengan baik sehingga dapat menopang atau mendukung tahap perkembangan kognitif berikutnya. (Dariyo, 2007:24-25).

Sedangkan menurut Miller prinsip perkembangan manusia itu ada lima prinsip, yaitu :
a. Nature ><>
Perkembangan bukan hanya dipengaruhi oleh faktor internal (nature) tetapi juga dipengaruhi oleh faktor eksternal (nurture).

b. Kuantitatif ><>
Istilah kuantitatif mengandung pengertian sebagai perubahan fisik yang cenderung semakin meningkat atau menurun kapasitas ukurannya. Sementara istilah kualitatif adalah konsep perubahan yang menyatakan sebagai perubahan kemampuan, keterampilan, keahlian, dan kompetensi dari individu.

c. Normatif ><>
Yang dimaksud asas normatif adalah suatu tahap perkembangan individu yang cenderung mengikuti pola-pola yang sudah umum sesuai dengan konsep perkembangan secara normal dan formalistik, aturan-aturan, adat istiadat, sosial budaya yang berlaku dalam kehidupan masyarakat, misalnya, anak masuk SD umur 6 tahun, masuk SMP 12 tahun, dan seterusnya. Prinsip non normatif adalah suatu perkembangan individu yang tidak mampu mengikuti asas norma-norma tersebut yang disebabkan oleh faktor-faktor status sosial ekonomi, kemiskinan, kesehatan, adat istiadat yang kuno dan sebagainya, sehingga menyimpang dari norma tersebut. Misalnya, setelah tamat SMP seorang remaja laki-laki atau wanita terpaksa harus menikah dan mempunyai anak.

d. Kesinambungan ><>
Pola perkembangan manusia dapat dipandang secara kontinyu (berkesinambungan) tanpa ada tahapan yang jelas, tetapi seperti garis lurus, bersifat terus menerus, tanpa jeda, dan tidak terputus, linier dan berkelanjutan. Disamping itu, juga dapat dipandang secara diskontinyu, yaitu, tahap perkembangan itu harus melewati tahap-tahap tertentu untuk dapat memasuki tahap berikutnya, karena tahap tertentu mempengaruhi tahapan berikutnya. Berada pada lima tahapan, yaitu oral (0-1,5 th), anal (1,5-3 th), phallic (3-5 th), latensi (5-12 th), genital (13 th ke atas).

e. Progresif ><>
Perkembangan progresif adalah suatu konsep perubahan secara fisiologis yang sangat cepat dan meningkat secara tajam yang dialami pada usia pranatal, bayi, anak, remaja, dan dewasa muda, akibat makanan bergizi. Perkembangan regresif cenderung ditandai dengan penurunan ukuran fisik, makin kurus, makin ringan, dan sebagainya. (Agoes Dariyo, 2007: 26-32).

Lebih jauh lagi, dalam bukunya Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja (2003) Syamsu Yusuf merinci beberapa prinsip perkembangan individu sebagai berikut, yaitu :
a. Perkembangan merupakan proses yang tidak pernah berhenti.
b. Semua aspek perkembangan saling berhubungan.
c. Perkembangan terjadi pada tempo yang berlainan.
d. Setiap fase perkembangan mempunyai ciri khas.
e. Setiap individu normal akan mengalami tahapan/fase perkembangan.
f. Perkembangan mengikuti pola atau arah tertentu.

Dimana pola perkembangan yang dimaksud sebagaimana dikutip dari Yelon dan Winstein yakni sebagai berikut :
1) Cephalocaudal & proximal-distal (perkembangan manusia itu mulai dari kepala ke kaki dan dari tengah (jantung, paru dan sebagainya) ke samping (tangan).
2) Struktur mendahului fungsi.
3) Diferensiasi ke integrasi.
4) Dari konkret ke abstrak.
5) Dari egosentris ke perspektivisme.
6) Dari outer control ke inner control. (Yusuf, 2003:17-20).



Mungkin anda juga suka membaca artikel terkait berikut

  1. Pembelajaran Mikro Anak Berkebutuhan Khusus di Klinik Terapi
  2. Cocokkah Yoga untuk Anak-Anak
  3. KONSEP PERKEMBANGAN INDIVIDU
  4. Manfaat Akupuntur atau Tusuk Jarum untuk anak-anak
  5. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perkembangan Emosi
  6. TAHAP PERKEMBANGAN INDIVIDU
  7. Olahraga yang baik untuk Anak Gemuk
  8. INTELEGENSI ANAK
  9. Karakteristik Perkembangan Emosi
  10. 11 Kali Transfusi Darah di Dalam Kandungan, Jasmine Hidup Sehat
  11. Perkembangan Emosi Anak
  12. Hubungan Perkembangan Moralitas dengan Intelektual
  13. Aneka Tempat Tidur Anak-Anak, Dari yang Miskin Hingga Kaya
  14. Perkembangan Prilaku Kognitif
  15. LOGIKA INFERENSIAL

Komentar tentang artikel ini


Tidak Ada Komentar Pada Artikel Ini


Masukkan Komentar Anda :

Nama
Website Tanpa http://
Email
Komentar
Verivikasi


Menu

Our Facebook

Adsense

Adasense

Ad Here

Archives

Search

Links

Links
Donasi untuk Rakyat Palestine
Donasi Rumah Zakat
Dompet Duafa
Donasi Unicef Indonesia

Comments

Last Comment
under construction