APAKAH ANAK GIFTED ITU
2011-08-07 06:53:38 / by Administrator - (5) komentar

Saya mengenal kata-kata ini dua tahun lalu, dalam bahasa Belanda digunakan term hoogbegaafd, dan saya mengenal kata anak luar biasa sebagai term yang digunakan untuk term anak gifted baru bulan lalu, saat berlibur ke Indonesia di akhir tahun 2000.

Pengenalan dua tahun lalu itu ternyata benar-benar merubah pengertian di kepala saya tentang anak gifted. Dahulu saya menyangka bahwa anak gifted adalah anak yang hebat, mempunyai IQ sangat tinggi dan mampu berprestasi luar biasa. Tetapi apa yang saya hadapi, ternyata lain. Dahulu saya tak pernah menyangka bahwa pola perkembangan dan pertumbuhan alamiah anak gifted itu ternyata rumit sekali, dia sama sekali lain dengan anak normal. Dan mempunyai variasi sekitar 10 pola. Sedang pola anakku andai dibandingkan kebetulan mirip pola anak autis tipe Kees Momma.

Kees Momma adalah anak Belanda yang mempunyai fotografis memori yang hebat, mampu menuangkan apa yang dilihatnya dalam bentuk lukisan grafis betul-betul mirip dengan aslinya, sangat rumit dan detail, bagai foto layaknya.

Meski dia sangat cerdas, tetapi dia autis dengan gangguan fungsi emosi, sosial dan kekurangan hormon perkembangan yang disebut hormon somatotropin. Ia berbadan kecil, tak mampu bercanda dan tertawa. Ia dingin, dan tak mempunyai sahabat. Tetapi ia survive, bisa bekerja dibagian arsip di kantor pemerintah daerah.

Karenanya setelah saya mengalami konflik panjang lebar dengan guru-guru kelompok bermain, saat diperiksa oleh drs. Pim van de Pol, seorang orthopedagog kandidat profesor dari Universitas Leiden, dia mengatakan bahwa kemungkinan anakku autis, jika melihat bahwa perilakunya banyak dipengaruhi oleh kemampuan fotografis memorinya persis seperti Kees Momma.

Tetapi bisa juga barangkali anak gifted yang mempunyai otak normal, namun mempunyai sistem hormon yang maksimal, tetapi justru mengalami gangguan konsentrasi. Sehingga perilakunya menjadi mempunyai perkembangan yang persis mirip anak autis pada umumnya, namun ada beberapa hal yang membedakannya. Karena itulah orthopedagog yang menghususkan diri pada terapi anak bermasalah ini menganjurkan memeriksakan lebih lanjut ke psikolog untuk melihat apakah benar anakku mengalami suatu perilaku yang terfiksasi (gefixeerd) sebagaimana anak autis, dan ke dokter anak untuk melihat kembali tumbuh kembangnya secara biologis.

Itulah awal perjuangan saya untuk mengetahui apa sebenarnya anak saya itu. Sangat kebetulan, saya mempunyai latar belakang dari bidang medis, meski dengan berbagai kesulitan terminologi dan pengertian, berbagai buku tentang pola perkembangan yang menyimpang bisa saya rambah. Mulai dari masalah psikologi, pendidikan, neurologi, psikiatri, faal, biokimia dan sebagainya. Saya juga diwajibkan membaca berbagai literatur untuk membantu para penegak diagnosa melakukan observasi perkembangan anak itu.

Dan bersama sama membahasnya dengan berbagai diagnosa pembanding. Karena anak gifted dalam sejarahnya sangat menyedihkan, masa balitanya sering dituding sebagai anak autis, anak NLD (Nonverbal Learning Disorder), MBD ( Minor Brain Damage), atau anak ADHD (Attention Deficit Hyperactuvity Disorder). Kelak diagnosa pembanding ini juga ingin saya ceritakan pada anda.

Anak gifted sendiri juga mengalami banyak problem psikologis yang orang lain tidak bisa mengetahui, karena anak gifted bagai dua ujung yang tajam, hatinya seringkali mengalami kefrustrasian, tetapi mukanya selalu cerah. Ia nampak selalu happy, itu beda yang utama dengan anak autis. Onderduiker, begitu istilahnya dalam bahasa Belanda. Karenanya tidak sedikit anak gifted yang merasa putus asa dan bunuh diri.Dia macam anak zizofrenia.

Masalah seperti ini juga kelak akan saya ceritakan pada anda. Perubahan cara memandang anak gifted di belahan Eropa sejak sepuluh tahun terakhir ini, diawali dari kenyataan, banyak anak gifted yang mengalami salah diagnosa, lalu mereka di kirim ke panti-panti autis, mendapat terapi berbagai medikamentosa dan intervensi perilaku, atau mendapat diagnosa Minor Brain Damage dan dimasukkan sekolah luar biasa untuk anak- anak terbelakang. Bahkan kini berbagai laporan di teleivisi, baik di Ingrris, Amerika, dan Belanda (saya hanya lihat chanel dengan dua bahasa itu, karena bisanya ya hanya itu), masih banyak kejadian bahwa anak gifted kesasar diagnosa diberi label ADHD (anak hiperaktif) lalu diberi Ritalin sampai bertahun-tahun.

Kasihan mereka. Setidaknya begitu juga laporan Stanley I. Greenspan, seorang profesor psikologi perkembangan anak yang juga psikiater dari Universitas George Washington Amerika, dan bertugas sebagai direktur lembaga autis. Ia menyinggung dilema ini dalam bukunya The Growth of the Mind and Endangered Origins of Intelligence (1997), bahwa banyak pasien yang dikirim ke lembaganya setelah bertahun-tahun dirawat ternyata bukan anak autis, tetapi anak gifted. Laporan di Belanda justru lebih mengejutkan, bahwa 10 persen dari anak yang dikirim ke SLB ternyata anak gifted. Dan coba juga perhatikan cuplikan di bawah ini yang mengharukan, laporan dari Profesor Franz Mönks dalam bukunya Hoogbegaafde Kinderen Thuis en op School (1995).
Mönks adalah seorang guru besar dari Universitas Katolik Nijmegen, Negeri Belanda, yang menspesialisasikan diri pada pertumbuhan dan perkembangan anak-anak luarbiasa.
Jos seorang anak Belanda, masa TK nya harus dijalaninya di SLB bersama anak-anak lain yang kurang kecerdasannya, ia menerima diagnosa MBD (Minor Brain Damage), karena ia tak mampu menerima pendidikan sebagaimana layaknya anak normal. Di Tk kelakuan dan kecerdasannya tak kunjung meningkat. Karenanya ia dianjurkan harus masuk SD luar biasa khusus untuk anak bermasalah, bahkan harus diasramakan pula. Dengan kata lain, pendidikan ini semacam penyantunan bagi anak yang sangat bermasalah.

Tetapi ibunya menampik anjuran ini, ia bergegas mencoba ke SD biasa, karena ia melihat anaknya di rumah sebagai anak yang tak bermasalah malahan anak yang cerdas. Beruntung Jos boleh mencobanya. Tetapi disinipun nasib malang masih menimpanya, ia dikirim ke sekolah bagi anak yang lemah kecerdasannya. Lagi lagi SLB. Tetapi di sekolah ini gurunya tak mampu menanganinya, selain ia tak bisa diajak untuk menerima pelajaran, ia juga sungguh banyak begerak macam anak hiperaktif, dan tak mampu berkonsentrasi. Gurunya meminta untuk dilakukan pemeriksaan psikologi baginya, agar mereka mengerti bagaimana harus menangani Jos. Tetapi setelah dilakukan beberapa pemeriksaan ternyata Jos adalah anak luar biasa yang mempunyai kemampuan inteligensia sangat tinggi melebihi kemampuan inteligensia usia kronologisnya.
Dengan begitu Jos memerlukan pendekatan lain. Ia dikirim kembali ke SD biasa, namun memerlukan rehabilitasi sosial dan emosional yang sudah kepalang terkoyak karena hanya bergaul dengan anak-anak yang mempunyai masalah perkembangan, bahkan menerima terapi medikamentosa karena harus menanggung diagnosa MBD dan hiperaktif. Saat itu tahun 1988, saat Jos sudah berusia 10 tahun. Ia harus bergaul dengan anak yang memiliki problem perkembangan dan kurang kecerdasan selama 6 tahun, dan kehilangan masa kanaknya yang menjadi haknya sebagaimana adanya dirinya.
Berbagai kejadian yang mengharukanlah yang medorong Prof. Mönks membuat film dokumenter untuk memberikan penerangan pada masyarakat dan kelompok profesional, bahwa pandangan terhadap anak gifted harus dirubah. Film itu berjudul Hoogbegaafd met vallen en opstaan (1988). Dalam film itu juga dipaparkan bagaimana nasib malang para anak gifted itu masa balitanya.

Kini pola alamiah tumbuh kembang anak gifted juga mendampingi proses penegakan diagnosa bagi bagi anak-anak yang mengalami gangguan perkembangan, termasuk juga autis dan lain-lain. Karena masa balitanya, ia ada yang mirip anak autis, anak hiperaktif, atau anak NLD.
By :  Julia Maria van Tiel


Mungkin anda juga suka membaca artikel terkait berikut

  1. Kenapa Sih Gak Boleh Becanda Pake Kata-kata AUTIS LOO
  2. Deteksi Resiko Autis Bayi dari Kemampuan Motorik Bayi 7 Bulan
  3. Pengertian dan Faktor Faktor Penyebab Autisme
  4. Seorang Kakek Ciptakan Browser Bagi Anak Autis
  5. Radiasi Wi-Fi Bikin Anak Jadi Autis
  6. Penanganan Anak Autistik
  7. Gejala-gejala Autisme
  8. Bekal Dasar dan Kompetensi Guru Khusus atau Terapis
  9. Game Bantu Penanganan Anak Autis
  10. YouTube Bikin Pria Autis Dipecat
  11. APAKAH ANAK GIFTED ITU

Komentar tentang artikel ini

JUN 16 2013

By iuopyiet Very nice site!

di isi jam : 11:52:21

JUN 16 2013

By iwwoetpi Very nice site! cheap cialis http://oixapey1.com/aqvtr/4.html

di isi jam : 11:51:37

JUN 16 2013

By owtruwww Very nice site! _a href="http://oixapey1.com/aqvtr/1.html"_cheap viagra_/a_

di isi jam : 11:51:03

JUN 16 2013

By ruoperiu Hello! dadkdea interesting dadkdea site! I\_m really like it! Very, very dadkdea good!

di isi jam : 11:50:44

MAR 04 2013

By edwin apakah artikel ini bsa saya adaptasi untuk dimuat di koran Indonesia Finance Today, kebetulan sangat menarik. dan saya sedang menulis sekolah khusus anak gifted. terimakasih

di isi jam : 13:01:07



Masukkan Komentar Anda :

Nama
Website Tanpa http://
Email
Komentar
Verivikasi


Menu

Our Facebook

Adsense

Adasense

Ad Here

Archives

Search

Links

Links
Donasi untuk Rakyat Palestine
Donasi Rumah Zakat
Dompet Duafa
Donasi Unicef Indonesia

Comments

Last Comment
under construction